BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, 21 October 2011

@kisah kucing dalam dunia islam@

Cute-pet-06


Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan menggemaskan telah mendapat tempat dihati banyak orang.



Mitos disekitar keberadaan Kucing
Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.

Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya.
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.
Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.
Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.
Ada juga cerita tentang seorang sufi di Iraq yang bernama Shibli, ia bermimpi dosa-dosanya diampuni setelah menyelamatkan nyawa seekor anak kucing dari bahaya.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.
Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan
Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.
Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.
Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.
Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?
Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.
Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.
Dikutip dari berbagai sumber (ex. Sebaris Kata dari Al Hikmah)

Wednesday, 19 October 2011

@seekor kucing yang pintar @


Seorang penjual daging melihat-lihat suasana di sekitar gerainya. Ia sangat terkejut melihat seekor kucing datang ke samping gerainya. Ia mengusir kucing itu, tetapi kucing itu kembali lagi.

Lalu, dia menghampiri kucing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut kucing itu. Dia mengambil catatan itu dan membacanya,
 "Tolong sediakan 12 sosej. Wangnya ada di mulut kucing ini."

Si penjual daging melihat ke mulut kucing itu dan ternyata ada wang RM20 di sana. Segera dia mengambil wang itu, kemudian ia memasukkan sosej ke dalam  plastik dan diletakkan kembali di mulut kucing itu. Si penjual daging berasa sangat hairan dan pelik.

Kebetulan waktu itu adalah waktu tutup gerainya, dia menutup gerainya dan berjalan mengikuti si kucing. Kucing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat melintas jalan. Kucing itu meletakkan  plastiknya, melompat, dan menekan tombol lampu isyarat melintas jalan, kemudian menunggu dengan sabar dengan plastik di mulut, sambil menunggu lampu isyarat berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.

Kucing tersebut kemudian sampai ke perhentian bas, dan mulai melihat "jadual perjalanan bas". Si penjual daging kagum melihatnya. Si kucing melihat "jadual perjalanan bas" dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan. Sebuah bas datang, si kucing menghampirinya dan melihat nombor bas, kemudian kembali ke tempat duduknya.
Sekali lagi bas lainnya datang. Sekali lagi si kucing menghampiri dan melihat nombor basnya. Setelah melihat bahawa bas tersebut adalah bas yang betul, si kucing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti kucing itu dan naik bas tersebut juga.

Bas berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si kucing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan loceng agar bas berhenti. Kemudian ia ke luar, plastik masih tergantung di mulutnya.

Kucing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil diikuti si penjual daging. Si kucing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan  plastik pada salah satu anak tangga.


Kemudian, ia undur, berlari, dan menghempaskan dirinya ke pintu. Ia undur lagi, dan melakukan sekali lagi perbuatan tadi. Tidak ada jawapan dari dalam rumah, jadi si kucing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil, dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan menggetukkan kepalanya beberapa kali pada cermin jendela itu. Kemudian ia melompat balik, dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang lelaki tinggi besar membuka pintu dan mulai menyeksa kucing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta memarahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan perbuatan lelaki tersebut,


"Apa yg kau lakukan? Kucing ini adalah kucing yang pintar. Ia boleh jadi terkenal jika masuk TV kerana kecerdikannya."

Lelaki itu menjawab, "Kau kata kucing ini pintar? Dalam minggu ini sudah dua kali kucing bodoh ini lupa membawa kuncinya!"



Moral Ceritanya


      Cerita ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang yang tidak pernah puas dengann apa yang telah mereka dapat. Seringkali kita tidak menghargai orang bawahan kita yang telah bekerja dengan setia selama bertahun-tahun.  Kita selalu menonjolkan kesalahan dan kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.

Thursday, 13 October 2011

belajar dri kehidupan kucing

Berikut ini kami upload foto-foto kucing yang lucu-lucu dan menggemaskan..Dari kehidupan kucing kita bisa belajar mengambil hikmahnya Bagaimana mereka menikmati hidup dan menghadapi kehidupan. Bahkan mantan presiden Amerika, Abraham Lincoln pun punya kata-kata mutiara seputar kucing pada saat terjadi perang saudara di Amerika 1 abad yang lalu, kira-kira bunyinya begini : "Betapapun Kucing-kucing tiap hari berkelahi diantara mereka, tetap akan lahir anak-anak kucing ke dunia ini"

Kehidupan kucing tidak pernah dalam kondisi aman, mereka senantiasa berkelahi dan berebut-berkompetisi diantara mereka, tetapi mereka masih bisa menikmati hidup dengan apa adanya...


Wednesday, 12 October 2011

erti kehidupan seekor kucing..... :)


aku lihat, ramai manusia yang bersuka-ria disekeliling ku... mereka datang bersama keluarga mereka.. aku masih menunggu kepulangan ibuku yang telah hilang lebih seminggu. Kali terakhir aku melihat ibuku, adalah pada minggu lepas. Ketika itu, ibuku berpesan supaya menunggu kepulangannya kerana dia mahu pergi mencari tikus untuk dijadikan santapan kami. Hari demi hari berlalu, tapi ibuku masih belum pulang. Adakah sesuatu yang buruk telah berlaku kepadanya? aku sangat risau. Kini aku hanya bergantung kepada air longkang dan serangga-serangga kecil untuk mengalas perut yang lapar ini. Aku juga bergantung kepada belas ihsan manusia disekelilingku yang sering memberi kepala ikan kepadaku. Hanya Allah yang dapat membalas jasa mereka. Ada juga manusia yang membenciku. Kadang-kala, aku disepak dan dicampak. Maklumlah, kulitku tidak secantik manusia, ditambah pula dengan kurap yang semakin merebak dibadanku.. Di tengah-tengah kesibukan ramai, tiba2 ada seorang gadis yang mengambil fotoku. Itulah dia Azizah Mahdi. Aku bersyukur kerana masih ada insan yang prihatin terhadapku.. Bagi haiwan sepertiku, aku tidak mengharapkan apa2 kerana aku tidak mempunyai akal sehebat manusia.. aku hanya berharap agar aku dapat bertemu kembali dengan ibuku, kerana aku sangat merinduinya..